Jalan Asia-Afrika merupakan salah satu
jalan bersejarah legendaris di Bandung. Jalan ini bermula pada saat rencana
pembuatan Jalan Anyer-Panarukan atas perintah Louis Napoleon kepada Marschall
Herman Willem Daendles, Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada saat itu. Tujuan
dari pembuatan jalan ini adalah memperkuat pertahanan Belanda dari serangan
tentara Inggris. Jalan yang konon menelan korban nyawa 30.000 pekerja Indonesia
saat pembuatannya ini antara lain melewati kota kawasan Bandung.
Bandung pada saat itu berada di wilayah
selatan, tepatnya di Dayeh Kolot sekarang ini. Dayeuh Kolot sendiri bisa
bermakna kota tua. Daendles memerintahkan bupati Bandung, Wiranatakusumah II
untuk memindahkan wilayah Bandung ke daerah yang dilewati oleh jalan
Anyer-Panarukan.
Lokasi ini ternyata berjarak belasan
kilometer dari Dayeuh Kolot. Setelah berunding, akhirnya disepakatilah lokasi
kota di seputar Alun-Alun Bandung sekarang ini. Di Jalan Asia-Afrika, tepatnya
di dekat kantor Pekerjaan Umum, kita akan menemukan sebuah patok kecil yang
menandai titik 0 kilometer kota Bandung. Tanda ini ditetapkan oleh Gubernur
Jenderal Daendles pada tahun 1811.
Pada masa kekuasaan Belanda, jalan
Asia-Afrika disebut dengan nama kawasan Groote Postweg. Kawasan ini merupakan
tempat utama berkumpulnya para penguasa kebun di utara Bandung. Banyak penguasa
ini yang melancong dan menginap di beberapa hotel dan penginapan klasik di
jalan ini seperti Savoy Homann dan Grand Preanger sekarang ini. Grand Preanger
sudah berdiri sejak tahun 1889. Hotel ini dibangun oleh Van Deterkom. Savoy
Homann sendiri sudah berdiri lebih dulu, tepatnya pada tahun 1880.
Gedung monumental lain di jalan
Asia-Afrika tentunya adalah Gedung Mereka. Gedung ini merupakan tempat
diadakannya Konferensi Asia-Afrika pada bulan April 1955. Gedung ini pada
awalnya bernama Societa Concordia dan telah ada sejak tahun 1895. Gedung ini
telah direnovasi beberapa kali. Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini bernama
Dai Toa Kaikan dan menjadi pusat kebudayaan dari Jepang. Gedung bersejarah ini
telah dijadikan museum hingga saat ini. Karena keindahannya, banyak wisatawan
yang mengabadikan momen dengan berfoto di bagian luar gedung ini.



0 komentar:
Post a Comment